Sesuaidengan namanya, nail yang berarti kuku dan art yang berarti seni dapat diartikan seni menghias kuku yang kreatif dengan berbagai kombinasi warna, model, dan bentuk yang beragam. Yang biasa dihias pada kuku tak hanya sekedar gradasi warna nya saja tetapi berbagai kreatifitas lain seperti memberi gambar atau menggunakan kuku plastik yang
RekomendasiWarna Kutek untuk Kuku Kaki. Kumparan • Fri, 22 Jul 2022 17:21 5 . Ingin menghias kuku kaki dengan kutek? Ini dia beberapa warna kutek untuk kuku kaki yang bisa kamu coba agar tampilannya terlihat lebih menarik. Simak pada ulasan berikut ini, ya. #userstory
Deam- Perempuan yang sedang dalam periode masa haid kerap menghias kukunya dengan cat kuku warna-warni. Item kecantikan yang sering disebut kutek ini, dapat menambah daya tarik penampilan seorang wanita. Pada saat bersuci, tentu saj kutek ini harus segera dihapus agar tidak menghalangi air menembus lapisan kuku.
Kutekatau nail polish adalah salah satu dari produk kecantikan yang diaplikasikan pada kuku. Pemilihan kutek yang tepat akan membuat kuku tangan dan kaki menjadi semakin cantik. Cara memilih warna kutek sesuai warna kulit penting dilakukan agar kutek yang dipakai semakin menunjang penampilan. Warna kulit setiap orang berbeda-beda.
Kuningmuda. Kuning muda. Warna ini juga cocok dengan warna kulit Anda. untuk warna kuning anda bisa memakainya saja karena warna ini lebih menarik dan memberikan efek "lebih penuh" pada tangan anda. Namun jika Anda kurang puas dengan cat kuku kuning sederhana, Anda bisa menambahkan motif seperti contoh di atas.
Kalausedang butuh kuteks, kamu bisa lirik Silkygirl Ever Glossy Nail Color. Cat kuku yang satu ini akan membuat tampilan kuku menjadi lebih cantik dan menawan. Menawarkan warna yang mencolok, warnanya tahan lama dari kutek pada umumnya. Hadir dengan aplikator lembut, cat kuku yang satu ini sangat mudah untuk diaplikasikan pada kuku.
3Hiasan Kuku Dengan Bintik Emas. Ketika para wanita ingin memiliki hiasan kuku yang lebih modern mungkin model bintik emas ini bisa menjadi pilihan, dengan warna di kombinasikan emas akan membuat penampilan anda semakin elegan. cara membuatnya pertama pilih warna cat kuku paling anda sukia lalu cat semua kuku hingga merata, kemudian remas
CaraMenghias Kuku Dengan Corak Cakar Citah cara menghias kuku dengan tusuk gigi, 05 08 2019 Cara Menghias Mug Dengan Kutek Cat Kuku Ambil tusuk gigi dan aduk pelan cat kuku tersebut hingga tidak menggumpal dan terlihat menyebar NB Kalau kalian ingin membuat mug watercolour dengan warna pelangi kalian bisa mencampur cat kuku kedalam wadah
PKS1CZ. Tentu banyak orang yang ini agar kukunya tampak cantik. Nah, salah satu cara mempercantik kuku adalah dengan mengecat kuku. Ada beragam jenis cat kuku kutek yang bisa Anda jumpai. Untuk itu, kenali cat kuku lebih lanjut dan dampaknya terhadap kesehatan. Apa itu cat kuku? Cat kuku adalah produk yang digunakan untuk melapisi lempeng kuku agar tampilannya lebih cantik. Mengecat kuku bahkan juga bisa dilakukan untuk mengatasi masalah kuku tertentu, seperti kuku yang terkelupas atau melunak. Perawatan kuku yang satu ini mengandung formula yang bertujuan untuk meningkatkan tampilan kuku dengan menyamarkan kuku yang retak atau terkelupas. Kandungan kutek biasanya terdiri dari campuran polimer organik dan beberapa bahan lainnya untuk memberikan warna dan tekstur yang unik. Anda bisa mewarnai kuku sebagai bagian dari manicure dan pedicure di salon, atau melakukannya sendiri di rumah dengan membeli produk kutek yang dijual bebas. Produk kutek, termasuk berbentuk gel, cairan, dan bubuk, umumnya mengandung bahan-bahan, seperti dibutyl phthalate DBP, toluene, formaldehida, kamper, parafin, metakrilat, aseton, dan asetonitril. Bagi orang yang hobi mengecat kuku mereka mungkin sudah paham betul mengenai jenis-jenis kutek. Berikut ini beberapa jenis kutek yang perlu Anda kenali sebelum mencoba mewarnai kuku Anda. 1. Cat kuku biasa Jenis kutek yang paling sering digunakan untuk mengecat kuku adalah kutek konvensional. Cat kuku yang satu ini biasanya harus dioleskan beberapa kali pada kuku dan dapat dikeringkan dengan udara. Kutek ini mengandung polimer yang dilarutkan. Selama proses pengeringan, pelarut akan menguap dan polimer pun mengeras sehingga menghasilkan cat yang menempel pada kuku. 2. Cat kuku gel Ini adalah salah satu jenis kutek kuku yang cukup populer. Varian kutek yang satu ini terbilang cukup tahan lama dibandingkan jenis lainnya karena mengandung polimer metakrilat. Cara pemakaiannya pun mirip dengan kutek kuku pada umumnya, tetapi tidak akan mengering dengan sendirinya. Anda perlu mengeringkan kutek di bawah lampu LED atau ultraviolet. Berbeda dengan kutek biasa, kutek gel lebih sulit dihilangkan dan dapat bertahan selama dua minggu. Anda bisa menghilangkan kutek gel dengan merendam kuku dalam kandungan aseton murni dengan waktu yang tergantung pada formula di dalamnya. 3. Cat kuku bubuk Tidak hanya dalam bentuk gel, kutek kuku bisa Anda temukan dalam bentuk bubuk. Varian yang satu ini biasa digunakan dalam proses manikur dan pedikur. Cat yang terdiri dari bubuk akrilik halus ini nantinya akan dicampurkan dengan bahan perekat agar dapat menempel di kuku. Bahan perekat ini dapat membuat cat bubuk mengeras dan memberikan warna yang pekat pada kuku. 4. Cat kuku nontoksik atau tidak beracun Ada jenis kutek yang memiliki label nontoksik atau tidak mengandung bahan beracun. Namun, klaim nontoksik pada kutek kuku masih perlu dipertanyakan, mengingat kandungan bahan kimia yang bisa menimbulkan risiko tertentu. Label nontoksik pada kutek mengacu pada ketiadaan lima bahan yang cukup spesifik, yakni formaldehida, toluene, dibutyl phthalate DBP, formaldehida, resin, dan kamper. Mengutip situs Harvard Health Publishing, formaldehida merupakan bahan pengawet yang diyakini dapat menyebabkan kanker. Senyawa ini juga yang menjadi zat yang dapat menyebabkan reaksi alergi. Sifat ini juga berlaku untuk resin formaldehida, dibutil ftalat, dan toluene. Sementara itu, kamper merupakan minyak yang digunakan sebagai obat oles, tetapi bisa menjadi racun ketika tertelan. Sejumlah penelitian juga melaporkan bahwa bahan kimia dalam cat kuku dapat terserap ke dalam tubuh, tetapi belum dapat ditentukan berapa jumlah pastinya. Bahaya cat kuku terhadap kesehatan Mengecat kuku memang dapat mempercantik tampilan kuku. Sayangnya, kebanyakan produk kutek mengandung tiga bahan beracun yang berisiko bagi kesehatan. 1. Mengganggu saraf Senyawa kimia dalam kutek yang berdampak buruk terhadap kesehatan adalah toluene. Toluene merupakan pelarut yang dipakai untuk mengencerkan kutek agar menjadi halus setelah dioleskan. Pelarut biasanya cukup berbahaya, terutama bagi sistem saraf. Beberapa orang menghirup cat semprot, lem, dan bensin dapat menjadi pusing dan pingsan. Meski demikian, toluene mungkin hanya terserap ke kulit dalam jumlah kecil, sehingga risikonya bisa jadi tidak sebesar saat menghirup lem. 2. Reaksi alergi Sebagai pengeras kutek, kandungan formaldehida dianggap dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi penderita alergi terhadap formaldehida. Oleh karena itu, orang yang memiliki alergi ini dianjurkan untuk menggunakan perawatan kuku tanpa formaldehida. 3. Mengganggu sistem reproduksi Siapa sangka bila cat kuku berpotensi memengaruhi organ reproduksi? Bahaya ini berasal dari senyawa dibutyl phthalate DBP. Dibutyl phthalate merupakan senyawa kimia yang membuat kutek lebih mudah dioleskan. Selain itu, senyawa kimia ini juga mencegah kuku yang dicat menjadi rapuh dan terkelupas. DBP ternyata disebut dapat memengaruhi sistem reproduksi karena menyebabkan gangguan sistem endokrin hormon. Hal ini diperlihatkan dalam penelitian dari EWG dan Duke University. Para peneliti juga menemukan bahwa kutek yang mengandung triphenyl phosphate TPHP dapat mengganggu hormon endokrin. TPHP dapat mengganggu fungsi dan kadar hormon manusia, terutama ketika proses reproduksi dan pertumbuhan. Banyak perusahaan kosmetik yang menggunakan TPHP karena membuat kutek kuku yang mudah dipakai dan tahan phthalate dan triphenyl phosphate berpotensi memengaruhi organ reproduksi karena mengganggu sistem endokrin. Tips mengecat kuku dengan kutek Walaupun kutek, terutama kutek gel, tahan lama dalam mempercantik tampilan kuku Anda, kandungan di dalamnya dapat memengaruhi kesehatan kuku. Mengecat kuku dengan kutek gel dapat menyebabkan kuku menguning, rapuh, dan pecah-pecah. Maka dari itu, mewarnai kuku tidak boleh asal-asalan karena ada beberapa tips yang perlu diperhatikan untuk menjaga kuku tetap sehat. 1. Selalu tanya tingkat kebersihannya dengan terapis Tidak ada salahnya untuk bertanya seputar kebersihan alat yang digunakan untuk mengecat kuku kepada terapis. Anda bisa menanyakan, apakah alatnya sudah disterilkan, baik sesudah maupun sebelum digunakan. Selain itu, jangan pernah membiarkan terapis memotong kutikula Anda saat mewarnai kuku agar tidak terjadi peradangan atau infeksi jamur pada kuku. 2. Pertimbangkan cat kuku biasa dibandingkan kutek gel Bagi orang yang memiliki alergi aseton atau sering mengalami masalah kuku, mungkin perlu mempertimbangkan penggunaan cat kuku konvensional. Pasalnya, Anda perlu menggunakan aseton untuk menghilangkan warna cat kuku konvensional. 3. Pakai tabir surya Sebelum mengecat kuku, sebaiknya gunakan tabir surya tahan air dengan SPF 30 pada tangan Anda. Hal ini bertujuan untuk mencegah kanker kulit dan penuaan kulit di sekitar kuku. Tabir surya juga melindungi kulit dari sinar UV yang digunakan ketika mengeringkan’ cat kuku gel ke kuku. Anda juga bisa memakai sarung tangan berwarna gelap dengan ujung jari yang terbuka sebelum cat kuku dioleskan. 4. Rendam ujung jari dengan aseton Bila kutek sudah hilang, cobalah untuk merendam ujung jari dengan aseton, tidak seluruh tangan atau jari Anda. Dengan begitu, kulit di sekitarnya pun bisa terlindungi. Pilihan lainnya yaitu memakai bola kapas untuk menghilangkan kutek. Cobalah untuk merendam bola kapas dalam aseton dan tempelkan pada kuku. Sebelum itu, bungkus kulit di sekitar jari dengan alumunium foil agar tidak terpapar aseton. Cara ini dapat memastikan hanya kuku Anda yang bersentuhan dengan aseton. Amankah ibu hamil memakai cat kuku? Kutek, terutama dalam bentuk gel, tergolong aman dipakai oleh ibu hamil, asalkan berhati-hati. Namun, usahakan untuk tidak mengecat kuku dengan kutek berbahan methacrylate monomer MMA. Pasalnya, bahan ini dapat menyebabkan iritasi kulit, mata dan paru-paru, serta memicu reaksi alergi. Sementara itu, beberapa ibu hamil mungkin akan merasa mual ketika mencium aroma bahan kimia yang ada di salon. Bila Anda mengalami sakit kepala atau mual saat mengecat kuku, cobalah untuk menghirup udara segar di luar. Beberapa bahan pada kutek yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan ternyata tidak begitu berisiko membahayakan ibu dan janin. Penggunaan kutek hanya menyebabkan paparan toluene, formaldehida, atau kamper dalam jumlah kecil, sehingga tidak akan terserap ke paru-paru. Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter spesialis kulit untuk mendapatkan solusi yang tepat.
Unduh PDF Unduh PDF Mewarnai kuku dengan mengombinasikan beberapa warna solid atau dikenal sebagai color blocking melibatkan proses menggambar bentuk geometris yang rapi pada setiap kuku dengan menggunakan cat kuku warna-warni. Jika Anda menggunakan warna-warna yang kuat dan kontras, tampilan kuku akan terlihat keren, modern dan sangat memikat perhatian. Teknik color blocking sebenarnya cukup mudah, tetapi Anda perlu sedikit latihan untuk mendapatkan bentuk yang terlihat tajam dan rapi. 1 Hapuslah semua cat kuku yang sekarang menempel di kuku Anda. Gunakan sedikit cairan penghapus cat kuku pada kapas untuk membersihkannya. Jika perlu, potong dan kikirlah kuku terlebih dahulu untuk mendapatkan bentuk yang sesuai keinginan Anda. Kemudian, cat semua kuku dengan cat lapisan dasar base coat bening. Cat lapisan dasar akan membuat permukaan kuku menjadi halus sehingga ideal untuk mengaplikasikan cat kuku sekaligus melindungi kuku agar tidak ternoda oleh warna-warna yang kuat. Cat lapisan dasar yang cepat kering dan sekaligus berfungsi sebagai cat lapisan luar top coat dapat menjadi pilihan yang bagus. 2 Pilihlah tiga warna cat kuku yang kontras. Semakin berani pilihan warna Anda, kuku akan semakin mencolok! Anda juga perlu memastikan bahwa setidaknya dua cat kuku yang Anda pilih cukup kental, sehingga saat Anda mengaplikasikan warna, cat lapisan dasar di bawahnya tidak akan terlihat. Jika Anda ingin menambahkan faktor “wow” pada tampilan kuku Anda, pertimbangkan untuk memadukan cat warna perak atau emas yang berkilauan ke dalam pilihan warna Anda. Kombinasi warna yang bagus di antaranya merah muda, perak dan merah; merah muda, kuning dan biru; emas, hijau dan merah; atau putih, merah dan ungu. Tetapi sebenarnya ini masalah selera! 3 Catlah kuku Anda dengan warna paling terang. Penting untuk selalu mengaplikasikan warna paling terang dari ketiga pilihan warna Anda sebagai lapisan pertama. Alasan pertama, warna yang lebih terang jika diaplikasikan di atas warna gelap tidak akan memberi hasil yang memuaskan, dan kedua, warna dasar yang terang akan memungkinkan warna lain menjadi benar-benar mencolok. Anda mungkin perlu mengaplikasikan lapisan warna dasar lebih dari satu kali untuk mendapatkan efek yang diinginkan, tergantung pada jenis cat kuku. Setelah cat kering, Anda dapat mengaplikasikan cat lapisan luar yang bening untuk membuat warna dasar Anda semakin berkilau. Saat mengecat kuku, cobalah untuk mengikuti aturan tiga garis pertama aplikasikan cat kuku dengan membuat garis vertikal di tengah-tengah kuku, kemudian buatlah dua garis lagi di masing-masing sisi garis tengah. Jika Anda menggunakan sapuan yang lebar, ketiga garis tadi cukup untuk menutupi seluruh kuku. Ingatlah, akan lebih baik mengaplikasikan beberapa lapisan cat kuku yang tipis daripada satu lapisan tebal. Alasannya adalah lapisan tipis akan lebih cepat kering, dan kemungkinan menimbulkan noda berlepotan lebih kecil dibandingkan lapisan tebal. Iklan 1 Pilihlah metode yang ingin Anda gunakan untuk membuat kombinasi warna. Ada dua metode utama untuk membuat kombinasi warna pada kuku Anda Metode pertama melibatkan penggunaan selotip untuk membuat garis yang rapi pada kuku. Metode ini sangat mudah, tetapi sangat penting untuk menunggu agar warna dasar Anda benar-benar kering sebelum Anda menempelkan selotip, jika tidak cat kuku yang sudah dipoleskan akan rusak. Metode kedua melibatkan proses mengaplikasikan warna-warna berbeda yang Anda lakukan sendiri menggunakan kuas lukis yang sangat tipis, yang bisa Anda beli di toko seni atau menggunakan kuas cat kuku itu sendiri. Metode ini tidak terlalu merepotkan dibandingkan penggunaan selotip tetapi membutuhkan tangan yang sangat stabil! 2 Buatlah kombinasi warna pertama Anda. Sekarang saatnya untuk membuat kombinasi warna pertama Anda! Jika Anda menggunakan selotip, guntinglah selotip kira-kira sepanjang 2,5 cm dan tempelkan selotip pada kuku secara diagonal, sehingga kuku terbagi menjadi dua bagian. Jika Anda menggunakan kuas, celupkan kuas ke dalam warna kedua lalu dengan hati-hati buatlah garis diagonal di atas kuku, lakukan dengan arah yang Anda sukai. Buatlah garis selurus mungkin, kalau tidak kombinasi warna akan terlihat berantakan. Lakukan hal yang sama pada setiap kuku, apa pun metode yang Anda pilih. Garis diagonal harus dibuat berlawanan arah pada setiap kuku – arah garis tidak boleh seragam. Ingatlah bahwa warna-warna ini nantinya akan membentuk segitiga. Jika Anda menggunakan selotip, ada baiknya Anda menerapkan kiat berikut ini, yaitu menempelkan bagian selotip yang lengket ke punggung tangan beberapa kali sebelum menempelkannya ke kuku. Langkah ini akan mengurangi sifat lengket selotip sehingga saat dilepaskan cat kuku tidak ikut terkelupas. 3 Aplikasikan warna kedua. Setelah Anda memiliki garis pemandu, Anda dapat mengecat bagian kuku tersebut dengan warna kedua. Jika Anda menggunakan selotip, cat bagian kuku yang terbuka, biarkan cat kuku sedikit melewati batas. Trik ini akan memberi Anda garis yang sangat rapi. Jika Anda menggunakan kuas, aplikasikan warna di bawah atau di atas garis yang Anda lukis pada langkah sebelumnya, lakukan dengan sangat hati-hati agar tidak melewati garis. Pastikan selotip menempel dengan rata di atas kuku, kalau tidak cat kuku bisa merembes di bawah selotip dan merusak garis yang rapi. Setelah Anda mengaplikasikan warna, diamkan cat kuku selama 30 detik sebelum menarik lepas selotip. Kemudian biarkan cat mengering sepenuhnya. Setelah warna kedua benar-benar kering, Anda dapat mengaplikasikan cat lapisan luar untuk membuat lapisan cat benar-benar mengeras dan sekaligus membuatnya semakin berkilau. 4Buatlah kombinasi warna kedua. Setelah kuku Anda benar-benar kering, Anda dapat mulai mengerjakan kombinasi warna kedua. Jika Anda menggunakan selotip, ikuti metode yang sama seperti sebelumnya, kali ini dengan membagi bagian kuku yang berbeda. Jika Anda menggunakan kuas, celupkan ke dalam warna ketiga dan buatlah garis diagonal yang lain, mulailah dari arah yang berlawanan dengan garis pertama. 5Aplikasikan warna ketiga. Oleskan warna ketiga dan terakhir menggunakan metode yang sama seperti yang telah dijelaskan di atas. Jika Anda menggunakan selotip, biarkan cat kuku mengering selama 30 detik sebelum Anda menarik lepas selotip. Jika Anda menggunakan kuas, pastikan Anda mengaplikasikan kombinasi warna terakhir Anda dengan sangat hati-hati agar tidak melewati garis. 6 Bersihkan jari-jari Anda. Rasanya sulit untuk menghindari agar jari-jari Anda tidak tercoreng cat kuku saat mengecat kuku, jadi luangkan waktu untuk membersihkannya sebelum Anda memamerkan kuku Anda. Yang perlu Anda lakukan adalah mencelupkan stik kapas lebih baik lagi jika ujungnya runcing ke dalam cairan penghapus cat kuku dan dengan hati-hati bersihkan kelebihan cat yang mengenai kulit di sekeliling kuku. Cobalah untuk melakukannya dengan perlahan dan sehati-hati mungkin – Anda tentunya tidak mau merusak semua kerja keras Anda dengan menghapus cat di kuku Anda secara tidak sengaja! 7Tuntaskan dengan cat lapisan luar. Setelah warna terakhir benar-benar kering, tuntaskan pekerjaan Anda dengan mengaplikasikan cat lapisan luar sebagai lapisan terakhir untuk menambah kekuatan dan kemilau kuku. Kuku dengan kombinasi warna milik Anda sekarang siap untuk dipamerkan! 8 Bereksperimenlah dengan warna dan bentuk berbeda. Anda mungkin membutuhkan sedikit latihan untuk bisa mendapatkan hasil sempurna dengan teknik color blocking, jadi selagi Anda mengerjakannya, kenapa tidak bereksperimen dengan banyak kombinasi warna dan pola berbeda? Sebagai contoh, alih-alih membuat segitiga di atas kuku Anda, cobalah membuat kotak! Cukup aplikasikan warna dasar Anda, kemudian tempelkan selotip atau lukislah sebuah garis secara vertikal di tengah-tengah kuku. Aplikasikan warna kedua di sisi yang kosong, tunggulah sampai cat kuku kering, kemudian tempelkan potongan selotip yang lain atau lukislah garis yang lain secara horizontal di atas kuku. Dengan hati-hati aplikasikan warna ketiga pada setengah bagian kuku yang terbuka, sehingga membentuk dua kotak pada satu sisi kuku dan persegi panjang pada sisi yang lain. Pilihan lain yang tidak memakan waktu dalam pengerjaannya adalah mengecat ujung kuku dengan warna yang berbeda. Aplikasikan warna dasar Anda seperti biasa, kemudian tempelkan sepotong selotip di dekat ujung setiap kuku, hanya bagian atas yang terbuka. Gunakan warna lebih gelap yang kontras untuk mengecat ujung kuku, kemudian lepaskan selotip. Tampak seperti manikur Prancis – tetapi dengan sentuhan yang keren! Iklan Kuas tipis untuk melukis akan lebih mudah digunakan daripada kuas cat kuku biasa; kuas lukis memiliki pegangan lebih panjang sehingga dapat dipegang dengan lebih nyaman. Tunggulah setidaknya 10 menit agar cat kuku kering setelah Anda mengaplikasikannya. Semakin banyak lapisan cat yang Anda buat, semakin lama Anda harus menunggu. Jika Anda tidak sabar, cat kuku akan cenderung lebih mudah tercoreng dan berlepotan. Cobalah membuat bentuk kombinasi warna berbeda pada setiap jari. Hal ini akan menambah dimensi baru dalam seni melukis kuku. Iklan Peringatan Menghias kuku dengan kombinasi warna membutuhkan waktu dan kesabaran. Jika Anda berencana untuk mencobanya, luangkan waktu setidaknya satu jam untuk melakukannya. Pastikan Anda menyiapkan hiburan untuk diri sendiri saat Anda menunggu setiap lapisan cat mengering. Iklan Hal yang Anda Butuhkan Cat lapisan dasar Cat kuku warna putih Cat kuku warna merah muda atau warna lain Cat kuku warna ungu atau warna lain Kuas lukis kecil, atau selotip Cat lapisan luar Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?
Dok. Getty Images Jakarta - Bagi para wanita, kecantikan tidak hanya terdapat pada wajah, rambut, dan tubuh namun juga bagian yang kecil seperti kuku. Banyak di antara mereka yang menganggap bahwa kuku merupakan salah satu bagian tubuh yang juga bisa menarik perhatian. Maka tak heran para wanita ini menghiasi kuku mereka dengan memoleskan cat kuku berwarna-warni dan dipadukan dengan hiasan dekoratif lainnya untuk melengkapi penampilan atau yang biasa disebut dengan nail sebenarnya, seni menghias kuku ini sudah ada sejak zaman dahulu kala. Nail art pertama kali digunakan oleh para pria yang mewarnai kuku mereka dengan celak mata kohl berwarna hitam pada zaman Babilonia kuno. Saat itu, warna kuku hitam menunjukkan status sosial atau kasta seseorang yang lebih tinggi dan warna kuku hijau menunjukkan kasta yang lebih tahun 5000 hingga 3000 sebelum masehi, para wanita di zaman Mesir kuno juga menggunakan nail art untuk menunjukkan status sosialnya. Mereka menghias kuku mereka dengan menggunakan ekstrak dari tanaman pacar henna. Sebagai contoh, Ratu Nefertiti yang merupakan istri Firaun menggunakan warna merah untuk menghias kuku kaki dan tangannya, sedangkan Cleopatra menggunakan cat kuku bernuansa emas. Pada zaman tersebut, para wanita tidak diizinkan untuk menggunakan cat kuku berwarna yang sama dengan Ratu. Sama seperti di Mesir, warna kuku pada zaman dinasti Ming di China juga mewakili status sosial. Pada zaman ini, cat kuku diciptakan dari campuran lilin, gelatin, putih telur, zat pewarna sayuran, dan permen karet. Sedangkan di zaman dinasti Zhou, para bangsawan gemar menggunakan cat kuku berwarna emas dan perak, tetapi kemudian mereka mengubahnya menjadi warna hitam dan merah untuk menunjukkan cat kuku mulai berubah seiring berjalannya waktu. Di abad ke-18, cat kuku tidak lagi digunakan oleh para bangsawan atau orang-orang yang memiliki status sosial yang tinggi. Moderninasi ini dimulai di Eropa sejak tahun 1830 dan terus menjalani proses sehingga popularitas cat kuku semakin merangkak. Di Amerika, banyak pula yang menjadi ketenaran cat kuku ini sebagai salah satu peluang untuk berbisnis salon kecantikan pada akhir abad cat kuku bisa digunakan oleh semua orang dan telah menjadi salah satu bagian dari dunia mode. Salah satu yang paling dikenal hingga sekarang adalah French manicure, yaitu nail art yang pada awalnya diperkenalkan saat pekan mode di Paris tahun 1976 oleh Jeff Pink, pendiri perusahaan kosmetik ORLY. Ia seolah ingin membuat kuku para wanita terlihat sangat cantik namun tetap praktis dalam tahun 1994, cat kuku mulai banyak digemari oleh para wanita setelah aktris Uma Thurman sukses tampil memukau dengan mengenakan cat kuku berwarna merah gelap dari brand Chanel dalam film Pulp Fiction. Ketenaran seni menghias kuku baru memasuki masa kejayaannya pada tahun 2011. Hal ini terjadi berkat kesuksesan industri fashion pada ajang pekan mode itu, desain kuku yang unik dan tidak biasa menjadi suatu sorotan menarik. Adalah desainer asal London, Henry Hollands yang awalnya mempopulerkan nail art dengan motif houndstooth berwarna biru dan hitam pada London Fashion Week A/W 2012 Indonesia sendiri, kepopuleran seni menghias kuku mulai berkembang pesat pada tahun 2012. Hal ini dikemukakan oleh ahli menghias kuku nailist Ade Nurhayati yang mengatakan bahwa kala itu mulai banyak para wanita yang menaruh perhatian lebih pada kuku mereka sehingga berbondong-bondong para wanita ini mendatangi salon kecantikan yang hanya menangani Ade, para wanita ini mempunyai kesenangan tersendiri saat melihat kukunya tampak bersih, rapi, dan dihias dengan hiasan dekoratif namun tetap natural. Ia mengaku, klien yang datang padanya seringkali meminta desain yang sederhana namun tetap memiliki unsur seni seperti gambar bunga, buah-buahan, atau eskrim dan tokoh kartun. int/als