Ditempat wisata malam Alun-alun kidul yogyakarta kalian bisa melakukan aktivitas yang sangat populer di tempat ini yaitu Ritual Laku Masangin. Ritual ini banyak orang yang percaya jika kita bisa melewati di antara dua pohon beringin yang berada di tengah alun-alun kidul ini dengan mata tertutup berarti orang itu hatinya bersih dan semua
Setiapjelang sore hingga malam, destinasi wisata ini menjelma pasar rakyat yang memungkinkan wisatawan lokal maupun mancanegara menikmati beragam sajian di Alun-alun Kidul Yogyakarta, dari menaiki kereta hias, melintasi beringin kembar, bermain gelembung sabun, menyantap aneka kuliner hingga sekadar duduk dan menghabiskan malam di rerumputan
OpenTrip Jogja. Open trip Jogja ini akan dilakukan selama 3 hari 2 malam. Pada kegiatan di hari pertama para wisatawan akan diajak ke gua pindul untuk cave tubing dan sungai oyo untuk body rafting kemudian maka siang dan melanjutkan wisata ke pantai indrayanti, bukit bintang, dan dilanjutkan makan malam kemudian mengunjungi alun alun kidul.
Dimalam hari, alun-alun kidul akan sangat ramai dengan kerlip lampu dan aktivitas menyenangkan seperti masangin, sepeda tandem, hingga odong-odong. Nggak hanya itu, pastinya ada berbagai kuliner yang bisa kamu cicipi sambil lesehan bareng teman maupun keluarga. Good Karma Yogyakarta adalah salah satu hotel dekat alun-alun kidul Jogja yang
PesonaYogyakarta bisa kita lihat setiap saat, termasuk pada malam hari. Di Yogyakarta, ada banyak sekali tempat yang sangat seru untuk dikunjungi di malam hari. Alun-alun Kidul adalah salah satunya. Alun-alun ini bisa dijadikan tempat wisata, tempat nongkrong, tempat berburu makanan, dan melakukan aktifitas seru lainnya.
Ngabuburitdi alun-alun kidul Kraton Yogyakarta. Penjual mendemonstrasikan mainan gelembung sabun yang dijualnya di Alun-alun Kidul (Alkid), Kraton, Yogyakarta, Kamis (7/4/2022). Kawasan terbuka Alkid menjadi salah satu destinasi untuk menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit bagi umat muslim di Yogyakarta. ANTARA FOTO/Hendra
DaerahIstimewa Yogyakarta adalah salah satu kota yang jaya dengan objek wisatanya, mulai dari wisata alam, hingga wisata budaya. Salah satu destinasi wisata populer di kota ini adalah Wisata Alun-Alun Jogja. Jogja sendiri mempunyai dua alun alun Jogja yaitu Alun-alun Lor atau Alun-alun Utara dan Alun-alun Kidul atau Selatan.
4Kisah Mitos Alun-Alun Kidul (Alkid) Yogyakarta - Yuk kita intip! Sebenenya ada kisah apa sih di balik alkid. 3 hari ago. Sejarah; 4 Kisah Mitos Alun-Alun Kidul (Alkid) Yogyakarta. by. Alkid atau Alun-Alun Kidul Jogja adalah sebuah desitinasi wisata yang seru saat berada di Jogwa mulai sore sampai malam. Pengunjung bisa wisata kuliner
GjnEQ. Tempat wisata di dalam kota Jogja ada banyak. Tempat untuk menikmati waktu malam hari dengan meriah disediakan di Alun-Alun Kidul Jogja. Sesuai dengan namanya ini bukan satu-satunya alun-alun di area tersebut. Terdapat alun-alun lain yang dikenal dengan sebutan Alun-Alun Lor yang terletak di sebelah udara karena arti lor adalah Utara. Alun-alun ini terletak di daerah Selatan karena arti kidul adalah Selatan. Tempat ini merupakan sebuah peninggalan dari kejayaan Kerajaan Kasultanan Keraton Yogyakarta yang saat ini masih berfungsi untuk acara-acara tertentu. Di waktu kosong area ini boleh dipergunakan rakyat setempat untuk mencari nafkah dengan membuat tempat wisata. Tempat ini bisa menjadi alternatif untuk orang yang ingin bersantai di tengah keramaian selain dari di Malioboro. Orang setempat terkadang menyingkat nama tempat ini menjadi Alkid’ untuk memudahkan pengucapan dan mempercepat penjelasan. Dalam penjelalasan fungsi dari alun-alun ini dalam masyarakat keraton dikatakan bahwa Alun-Alun yang berada di sekitar kawasan keraton ini memiliki makna yang berbeda. Pada zaman dulu, Alun-Alun Utara akan diselenggarakan berbagai kegiatan untuk masyarakat dan keperluan kegiatan kerajaan. Alun-Alun Selatan merupakan tempat peristirahatan para dewa sehingga tempat ini cocok untuk digunakan sebagai tempat merenung atau menenangkan hati. Kedua sifat dari alun-alun ini merupakan bagian dari kepercayaan kejawen. Pada masa Kasultanan Yogyakarta alun-alun ini sering dijadikan sebagai tempat latihan untuk para prajurit kerajaan seperti berkuda, memanah dan berbagai jenis latihan yang berguna untuk peperangan. Para prajurit juga dilatih untuk berkonsentrasi dengan melewati bagian tengah pohon beringin tersebut dengan mata tertutup. Menurut keyakinan pada masa itu orang yang berhasil melalui pohon beringin Alun-Alun Kidul Jogja dengan mata tertutup akan dikabulkan segala keinginannya. Ritual unik ini disebut dengan Laku Masangin yang sudah sangat sering dicoba oleh semua kalangan masyarakat dan wisatawan di daerah tersebut. Beberapa Kegiatan di Alkid Alun-alun yang sering disingkat dengan sebutan Alkid ini merupakan sebuah tempat rekreasi yang dibuat sedemikian rupa sehingga masyarakat dapat beraktifitas dengan baik di tempat ini dan menikmati waktu mereka. Masyarakat menyediakan beberapa hal yang bisa dinikmati di tempat ini misalnya Penyewaan sepeda tandem Penyewaan odong-odong Wisata kuliner Tempat nongkrong atau angkringan Menikmati kopi Mengikuti kegiatan olah raga yang biasa dilakukan di tempat tersebut Kelima fitur ini merupakan hal yang saat ini ada di ALkid dan mudah untuk ditemui. Masing-masingnya akan memiliki harga yang berbeda. Misalnya untuk sepeda atau odong-odong akan dibutuhkan uang sebesar 25 sampai 70 ribu rupiah. Untuk beberapa orang kegiatan mengayuh sepeda atau odong-odong mungkin akan menjadi sebuah kegiatan menarik yang dapat dinikmati dalam suasana yang menyenangkan. Kendaraan sederhana ini juga telah dihiasi dengan berbagai lampu dan hiasan lain yang membuatnya menjadi lebih menarik. Sejumlah makanan khas Jogja jug tersedia di sini. Ada makanan yang disebut wedang ronde atau bakmi dan berbagai jenis makanan lain, baik yang umum ditemukan di tempat lain ataupun yang hanya ada di daerah Jogja. Lokasi Alun-Alun Kidul di Yogyakarta Posisi tempat ini ada di Patehan, tepatnya di daerah keraton kota Yogyakarta. Lokaisnya sangat dekat dan mudah dicapai dari berbagai arah karena keraton memang salah satu tempat yang paling mudah diakses di Daerah Istimewa Yogyakarta ini. Jaraknya yang dekat dari pusat kota memungkinkan jarak tempuh hanya 5 menit dan bahkan ada banyak paket wisata jogja yang menjadikan tempat ini sebgai bagian dari wisata tour keraton yang biasanya disesuaikan dengan waktu ramai Alkid. Karena berada di dalam kota maka jalan dan rute yang ditempuh untuk menuju tempat ini juga umum dilalui. Berjalan menuju tempat ini tidak akan lama selama anda bergerak menyusuri Jalan Pangurakan ke arah Selatan kemudian ke arah Timur untuk menuju Jalan Alun-Alun Utara. Susuri terus jalan ini sampai menemukan Jalan Ibur Ruswo kemudian berbelok ke Selatan di perempatan memasuki Jalan Wijian lanjutkan perjalanan sampai memasuki Jalan Panembahan Mangkurat kemudian belok lagi ke Barat untuk melalui Jalan Langenastran Lor. Anda tinggal belok ke selatan di pertigaan untuk menemukan temapt wisata ini. Sebaiknya untuk menemukan tempat ini tidak menggunakan map, anda hanya perlu mengingat arahnya karena di daerah ini ada banyak jalan satu arah dan jalan yang dilalui cukup pendek hingga berganti nama jalan. Anda juga bisa menggunakan panduan orang yang mengetahui jalan menuju tempat tersebut karena destinasi ini sangat populer di kalangan masyarakat Jogja sendiri. Daerah wisata ini merupakan ruang publik yang bisa diakses siapapun. Tidak ada harga khusus untuk tiket ketika memasuki tempat ini. Panorama dan suasana Alkid akan dapat dinikmati secara langsung baik dengan menikmati kopi ataupun makanan yang sudah banyak dijual di area ini dari siang hari. Bagi yang membawa kendaraan pribadi harus tepat membayar parkir. Ini adalah satu-satunya biaya yang akan dikeluarkan selain dari pengeluaran untuk membeli makanan atau membayar fasilitas yang ada di area Alun-Alun Kidul Jogja ini. Tarif yang dikenakan standar dimana mobil akan dikenakan biaya 5000 rupiah dan motor 2000 rupiah. Post navigation
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Hai Kompasianer, Siapa sih yang tidak tau dengan alun alun kidul? Alun alun kidul atau yang lebih sering di sebut alkid ini merupakan salah satu tempat yang paling iconic dari kota Yogyakarta dan tentunya alun alun kidul ini menawarkan pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap alun kidul ini terletak di sisi selatan dari keraton yogyakarta oleh karena itulah alun alun ini di beri nama kidul yang berarti sebelah selatan. Alun Alun Kidul memiliki sejarah yang panjang dan menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Kota Yogyakarta. Dahulu, tempat ini merupakan pusat kegiatan sosial, politik, dan budaya, dan sekarang telah menjadi destinasi favorit bagi para wisatawan yang ingin menikmati keindahan dan keunikan kota ini. Alun alun kidul ini menjadi salah satu destimasi wajib jika berkunjung ke jogja, selain ramai di kunjungi oleh para pelancong alun alun kidul ini juga ramai juga di kunjungi oleh para perantau dan masyarakat lokal. Jika pada pagi hari alun alun kidul ini di jadikan sebagai tempat olahraga, seperti jogging dan lainnya maka pada sore menjelang malam alun alun kidul ini di jadikan sebagai tempat rekreasi atau sekedar berkumpul dan mengisi waktu luang dengan keluarga, sahabat, maupun pasangan. Yang mana biasanya orang orang akan duduk di rerumputan yang mengelilingi 2 pohon beringin yang ada di alun- alun kidul sembari bertukar cerita dan menikmati suasana. cr. dokumen pribadi Pada malam hari terutama malam weekend alun alun kidul ini menjadi salah satu destinasi yang di pilih oleh para muda mudi untuk melepas penat setelah seminggu bekerja ataupun berkuliah. Mereka biasanya tidak datang sendirian tapi datang bersama orang- orang terdekat ataupun terkasih mereka seperti pasangan atau sahabat. Seperti yang di katakan nisa salah satu perantau yang datang untuk melepas penat di alun alun kidul “Karena kebetulan kan aku ngekos di daerah kota mbak, satu pekan udah capek ngampus, sebagai anak muda gitu yaa jalan-jalanlah dan Alun alun kidul ini emang Susana nya cocok aja gitu untuk melepas penat. Kalau mau jajan atau makan juga di sinikan komplit jadi klop banget. Sekalian gitu quality time sama pacar atau sahabatkan soalnya kalau weekday kan pada sibuk kuliah ya” 1 2 3 Lihat Travel Story Selengkapnya
Yogyakarta merupakan sebuah kota yang memiliki sejarah serta kebudayaan yang sangat kental, sehingga sampai dengan saat ini kota yang berjuluk kota pelajar ini selalu ramai dikunjungi para wisatawan yang datang dari berbagai belahan dunia. Sejarah yang menjadi bagian Yogyakarta salah satunya ialah sebagai tempat asal mula berdirinya salah satu organisasi terbesar di Indonesia yakni Muhammadiyah. Terlepas dari hal tersebut, jika kamu mengunjungi Yogyakarta tak lengkap perjalananmu jika belum mengunjungi Alun-Alun Kidul Yogyakarta. Yogyakarta memiliki Alun-Alun yang sangat luas sehingga terbagi menjadi dua bagian yakni Alun-Alun Kidul dan Alun-Alun Utara Alun-Alun Lor, kedua Alun-Alun tersebut dulunya mempunyai fungsi masing-masing. Kali ini saya akan membahas mengenai Alun-Alun Kidul yang terletak di sebelah selatan Keraton Yogyakarta, dengan ciri khasnya ialah hadirnya dua buah pohon beringin besar. Alun-Alun Kidul selalu ramai dikunjungi apalagi jika malam tiba, suasana berbeda akan tampak terasa. Banyak keseruan yang dapat kamu lakukan ketika berada di sini. salah satu pintu masuk menuju alkid. GoogleMaps. Sumber Simak juga 66 lokasi wisata di Jogja Berikut ulasan lengkap mengenai Alun-Alun Kidul Yogyakarta Lokasi Alun-Alun Kidul Lokasi Alun-Alun Kidul Yogyakarta berada di sebelah selatan Keraton, tepatnya berada di Jl. Alun-Alun Kidul, Patehan, Kecamatan Keraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rute menuju Alun-Alun Kidul Yogyakarta sangatlah mudah, lokasinya sangat mudah dijangkau dari berbagai arah. Selain itu tempat wisata yang satu ini berdekatan dengan Malioboro dan Tamansari. Jika kamu bergerak dari Nol Kilometer Yogyakarta hanya memerlukan waktu sekitar 15 menit dengan menggunakan andong atau becak. Atau jika menggunakan kendaraan pribadi tinggal mengarahkan kendaraanmu ke arah selatan menuju Jl. Pangurakan, Kemudian ketika tiba di perempatan belok ke arah timur, kamu akan melewati Alun-Alun Utara belok ke kanan terus lurus. Lalu kamu akan memasuki daerah keraton ketika melihat perempatan belok ke kiri terus lurus hingga kamu menemukan dua buah beringin besar di tengah lapangan. Jam Buka Alun-Alun Kidul Jam operasional Alun-Alun Kidul Yogyakarta dibuka setiap hari Senin hingga Minggu selama 24 jam nonstop. Jadi kamu dapat mengunjungi lokasi wisata bersejarah ini kapan saja kamu mau. Waktu terbaik mengunjunginya ialah ketika sore atau menjelang malam hari. jalur yang biasa digunakan jogging. GoogleMaps. Sumber Tiket Alun-Alun Kidul Tiket masuk Alun-Alun Kidul ini gratis, kamu hanya perlu mengeluarkan uang untuk membayar tiket parkir saja yakni sebesar Parkit motor dengan membayar Rp. per unit Parkir mobil cukup membayar Rp. per unit Simak juga Bukit Parang Endog, Menara Pandang Alami di pantai Selatan Fasilitas Alun-Alun Kidul Fasilitas umum yang ada di Alun-Alun Kidul Yogyakarta diantaranya Area parkir Toilet Warung-warung makanan dan minuman Penginapan Selayang Pandang Alun-Alun Kidul Yogyakarta ikon alun alun kidul yogyakarta. GoogleMaps. Sumber Sebelum kita bahas lebih jauh mengenai apa saja yang bisa kita lakukan ketika berada di Alkid Yogyakarta, sebaiknya kita mengenal terlebih dahulu tentang sejarah yang pernah terukir di area tersebut. Alun-Alun Kidul atau Alun-Alun Selatan juga dikenal dengan nama Alun-Alun Pengkeran Alun-Alun Belakang, Lokasinya berada di dalam benteng keraton, dengan ditanami dua buah pohon beringin di tengahnya. Pohon beringin tersebut dinamakan Supit Urang, dipagari dengan menggunakan ornamen yang berupa bulatan dan bentuk busur, pagar tersebut disebut juga Ringin Kurung. Selain kedua pohon ikonik tersebut ada pula Pohon Pakel Mangga serta Pohon Kweni, yang dipercaya melambangkan kedewasaan akil baligh dan keberanian wani. Alun-Alun Kidul ini berukuran sekitar 150×150 meter dengan lima bukaan sebagai jalan keluar masuk menuju lokasi. Yakni Jl. Langenastran Kidul, Jl. Langenastran Lor, Jl. Ngadisuryan, Jl. Patehan Lor, dan Jl. Gading. Kelima jalan tersebut melambangkan indera manusia. Fungsi utama Alun-Alun Selatan atau Alun-Alun Kidul ini dulunya sebagai tempat berlatih para prajurit Keraton juga sebagai tempat pemeriksaan pasukan menjelang upacara Garebeg. Alun-Alun tersebut dibangun olah Pangeran Mangkubumi, pendiri Kesultanan Yogyakarta yang mahir dalam ilmu filsafat maupun arsitektur. Keahliannya tersebut disalurkan dalam struktur ruang kesultanan Yogyakarta dengan memiliki simbol-simbol yang penuh makna. Bangunan-bangunan pendukung lainnya pun berdasarkan pada sumbu filosofis, garis imajiner yang membentang lurus antara Tugu Golong Gilig dan Panggung Krapyak, termasuk diantaranya Alun-Alun Kidul dan Alun-Alun Lor. Ragam Wisata Di Alun-Alun Kidul Yogyakarta 1. Suasana Yang Menenangkan hiasan langit indah di petang hari. GoogleMaps. Sumber Alun-Alun Kidul diyakini sebagai tempat istirahat Palereman bagi para Dewa, oleh sebab itu tempat ini oleh sebagian orang digunakan sebagai tempat Ngleremke Ati atau Menentramkan Hati. Suasananya memang sangat menenangkan, apalagi jika pagi hari dimana belum banyak orang yang datang memenuhi Alun-Alun Kidul Yogyakarta ini. Udara sejuk membasuh jiwa dan raga yang menginginkan kedamaian, dibalut dengan suasana yang penuh dengan karifan lokal dan bangunan bersejarah. Selain itu, banyak masyarakat sekitar yang sedang jogging mengelilingi alun-alun sambil menghirup udara segar yang diberikan. Di sekeliling Alkid berdiri beberapa bangunan dengan ornamen yang sangat menarik, sehingga tempat tersebut bukan hanya sebagai tempat rekreasi saja namun juga sebagai tempat wisata budaya juga. Apalagi jika malam hari, suasana akan berbeda dengan siang hari. Meskipun terasa mistis dan menyeramkan namun rasa tersebut sedikit terkikis dengan hadirnya warna warni lampu yang menarik di sekitar Alkid. 2. Mencoba Ritual Laku Masangin ritual laku masangin berhasil ketika dapat berjalan melewati jalan ini. GoogleMaps. Sumber Simak juga Bukit Tuamese, Rasa Raja Ampat di Pulau Timor Satu hal yang tak boleh terlewatkan ketika berada di Alkid Yogyakarta, yakni mencoba ritual Laku Masangin. Yakni kamu harus berjalan lurus menuju area pohon beringin dengan menutup mata. Hal tersebut memang terlihat sangat mudah, namun ternyata tak semudah apa yang kamu bayangkan. Konon katanya mereka yang berhasil melakukan Laku Masangin hanya orang-orang yang memiliki hati yang bersih. Jika kamu dapat terus berjalan lurus dan berhasil melewati jalan diantara kedua pohon beringin, maka segala keinginan dan hajatmu akan terkabul. Ritual Laku Masangin telah ada sejak zaman dulu, yang pada mulanya hanya dilakukan ketika melakukan Topo Bisu yang berlangsung setiap malam satu Syuro’. Tradisi Topo Bisu dilakukan oleh para prajurit serta abdi dalem dengan mengelilingi benteng tanpa berkata satu katapun. Tradisi tersebut dilakukan mulai dari halaman Keraton menuju Alkid dengan melewati kedua pohon beringin. Sebagai ritual untuk mencari berkah serta meminta perlindungan dari serangan musuh. 3. Naik Odong-Odong Istimewa odong odong lucu di alkid. GoogleMaps. Sumber Ketika mengunjungi Alun-Alun Kidul di malam hari suasananya akan sangat berbeda, waktu malam suasana di Alkid akan sangat ramai dan berwarna warni. Sekitar Alkid berderet odong-odong yang telah didesain memiliki lampu warna-warni yang sangat cantik dan menarik. Odong-odong tersebut ada yang bisa diisi oleh 2 orang sampai dengan 8 orang, harga sewanya pun berbeda yakni untuk yang berkapasitas dua orang membayar Rp. Rp. sedangkan yang berkapasitas 8 orang Rp. harga tersebut berlaku untuk satu kali putaran. Cara memainkanya ialah dengan mengayuh pedal yang terdapat di dalam odong-odong, layaknya seperti mengayuh becak. Wahana tersebut sudah ada sejak tahun 2013, penciptanya ialah kusir andong yang beralih menjadi tukang becak. Karena ingin dirubah menjadi sebuah wahana dan dapat menampung banyak, akhirnya didesain sedemikian rupa dan dipasang lampu karena di malam hari. mengelilingi alkid dengan mengayuh odong odong. GoogleMaps. Sumber 4. Kuliner Enak Simak juga Air Terjun Sidoharjo, tertinggi di Jogja Setelah lelah bermain odong-odong, isi kembali tenagamu dengan berwisata kuliner yang tersebar di sekitar Alkid, mulai dari makanan berat hingga jajanan-jajanan ringan. Untuk kamu yang ingin ngopi, tak jauh dari lokasi Alun-Alun Selatan ini terdapat sebuah cafe yang bernama Cafe Keroncong Alkid, sesuai namanya cafe ingin menghibur pengunjung yang datang dengan alunan musik keroncong. Penginapan Di Yogyakarta banyak sekali penginapan, hotel maupun homestay yang tak jauh dari tempat wisata. Harga yang ditawarkan pun tak terlalu menguras kantong, berikut beberapa referensi hotel atau penginapan untuk kamu yang mencari penginapan dekat dengan Alun-Alun Kidul Yogyakarta Rumah Roso Homestay, jarak dari Alkid hanya sekitar 300 meter saja harga yang ditawarkan pun hanya Rp. per malam. Fasilitas yang akan kamu dapatkan yakni kamar ber AC, Wifi, serta kamar mandi bersama. Penginapan Pugeran, fasilitas yang tersedia di penginapan ini diantaranya TV, dispenser, kamar mandi di dalam, dan kipas angin. Penginapan ini berjarak sekitar 1 km dari Alkid Yogyakarta. Harga yang ditawarkan sangat murah, yakni hanya Rp. sampai Rp. per malamnya. Hotel Puspita, harga yang ditawarkannya sekitar Rp. per malamnya. Dengan fasilitas yang bisa kamu dapatkan diantaranya TV, AC, serta kamar mandi di dalam. Jarak dari Alkid sekitar 500 meter saja. SImak juga Gereja Belenduk di Kota Tua Semarang Penutup Yogyakarta memang merupakan tempat wisata budaya yang mengagumkan, banyak hal yang dapat kita temui ketika mengunjungi Kota Istimewa yang satu ini. Ketika berada di Yogyakarta sempatkan waktu untuk mengunjungi Alun-Alun Kidul atau Alun-Alun Selatan ini, dan cobalah melakukan Ritual Laku Masangin.